Daun Gugur

Minggu, 12 Februari 2012

Tradisi Sejarah Masyarakat Indonesia Masa Pra Aksara



TRADISI SEJARAH MASYARAKAT INDONESIA MASA PRA AKSARA

A.   Cara Pewarisan Masa Lalu
Masa lalu merupakan kekayaan dan pedoman yang sungguh berharga untuk kehidupan masa kini dan masa yang akan datang. Menurut ilmu psikologi masa lalu tidak boleh dilupakan, melainkan diolah, dan dievaluasi. Dalam proses pewarisan , beragam pengetahuan ataupun pengalaman masa lalu umat manusia diwariskan dari generasi terdahulu ke generasi berikutnya.
          
Pewarisan secara lisan dapat dilakukan melalui berbagai cara, diantaranya:

1.  Pewarisan melalui Upacara
    Upacara merupakan rangkaian tindakan atau perbuatan yang terikat pada aturan-aturan tertentu berdasarkan adat-istiadat , agama ataupun kepercayaan. Contoh tradisi upacara : upacara kematian atau penguburan, upacara perkawinan, dan lainnya.

2.  Pewarisan melalui Tutur
    Tutur dapat diartikan sebagai cara untuk berkomunikasi dengan masyarakat atau roh-roh tertinggi sesuai dengan kepercayaan. Salah satu contoh pewarisan melalui tutur adalah kesenian wayang.

3.  Pewarisan melalui Syair/lagu
    Biasanya syair/lagu diiringi dengan alunan musik dan diikuti penari. Salah satu contohnya adalah dalam masyarakat Dayak Kayan (Kalimantan Tengah) berkembang syair tentang kepahlawanan ksatria roh Lawe’.

4.  Pewarisan melalui Alat dan Bangunan
Pewarisan benda-benda (alat dan bangunan) masa lalu dalam masyarakat pra aksara kepada generasi penerus. Contohnya cara pembuatan gabah yang hingga kini masih banyak digunakan oleh masyarakat.

5.     Pewarisan melalui keluarga
Kemampuan berkomunikasi, terutama pembelajaran bahasa, dan unsur-unsur kebudayaan terjadi pertama kali melalui keluarga.

6.     Pewarisan melalui masyarakat
Masing-masing masyarakat memiliki kebudayaan atau tradisi yang diwariskan dari generasi ke generasi. Contohnya adat-istiadat.

B. Jejak Sejarah
               Peristiwa-peristiwa yang telah terjadi di masa lalu meninggalkan jejak-jejak sejarah agar peristiwa tersebut dapat diketahui atau tersampaikan kepada generasi berikutnya. Beberapa hal yang dapat membantu menemukan jejak sejarah yaitu folklore, mitologi, legenda, dongeng, upacara, dan  lagu daerah.
    1. Folklore
        Folklore adalah adat-istiadat tradisional dan cerita rakyat yang diwariskan secara turun-temurun, tetapi tidak dibukukan. Folklore dibedakan menjadi 3 kelompok, yaitu:
        a) Folklore lisan
Folklore lisan adalah folklore yang diciptakan, disebarluaskan dan diwariskan dalam bentuk lisan, seperti bahasa, teka-teki, puisi rakyat, dan sebagainya.
        b) Folklore nonlisan
Folklore nonlisan berbentuk artefact atau benda, tetapi cara pembuatannya diajarkan secara lisan, contohnya arsitektur rakyat, kerajinan tangan, pakaian dan perhiasan tradisional,dan sebagainya.
          c) Folklore sebagian lisan
Folklore ini dikenal sebagai fakta sosial (softfact), bentuknya merupakan campuran unsur lisan dan non lisan. Contohnya kepercayaan masyarakat, permainan rakyatdan sebagainya.  
  2) Mitologi
        Mitologi adalah ilmu tentang kesusastraan yang mengandung konsep tentang dongeng suci, kehidupan para dewa, dan makhluk halus dalam suatu kebudayaan yang dipercayai oleh masyarakat. Contoh cerita mitos  yang dikenal di Indonesia yaitu Nyai Lara Kidul dari Yogyakarta, Dewi Sri dari Jawa dan Bali.
  3) Legenda
        Legenda adalah cerita rakyat yang meriwayatkan masa lalu yang belum pasti kebenarannya. Jan Harold Brunvand menggolongkan legenda menjadi 4 macam, yaitu:
a) Religius Legends (legenda keagamaan), yaitu legenda orang-orang yang dianggap suci atau saleh.
b) Supranatural Legends (Legenda Alam Ghaib), yaitu kisah yang dianggap benar-benar terjadi dan pernah dialami seseorang.
c) Personal Legends (Legenda Perorangan), yaitu cerita tentang tokoh-tokoh tertentu yang dianggap benar-benar terjadi.
d) Local Legends (Legenda Setempat), yaitu cerita yang berhubungan dengan suatu tempat atau nama tempat.
4) Dongeng
    Dongeng merupakan cerita pendek kolektif kesusastraan lisan, yaitu cerita prosa rakyat yang tidak dianggap benar-benar terjadi. Dongeng hiburan, untuk melukiskan kebenaran, sebagai pelajaran (moral), dan sindiran.
5) Upacara
    Upacara merupakan rangkaian tindakan dan perbuatan yang terikat pada aturan-aturan tertentu berdasarkan adat-istiadat, agama ataupun kepercayaan.
6) Lagu Daerah
    Lagu daerah penciptaannya bukan hanya sekedar untuk mengungkapkan isi perasaan, tetapi ada hal magis yang mengikutinya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar